Tuesday, October 11, 2016

Penggubah Bodoh.

Berharap ini memang cerita yang sedang dikarang sang Pencipta.
Namun mereka terbangun dengan kenyataan bahwa mereka berdua telah memiliki Pelipurnya masing-masing
Bertegur sapa dengan kata-kata inilah yg bisa dilakukan keduanya.
Berdoa untuk sekat pengganggu diantara mereka bisa hilang.
Berdoa untuk tembok bertuliskan gengsi itu bisa runtuh. Setidaknya utk kali ini saja.

Klise yg dihadapi keduanya memang nampak jelas.
Memaklumi keadaan, keduanya pun memilih melangkah pergi.
Meninggalkan 'Rumah' yang biasa mereka kunjungi.
 
Jarak yang mereka buat terlalu jauh.
Yang jelas keduanya memang tak punya pilihan lain selain menitip rindu.
Sama-sama berhajat satu sama lain untuk melupakan.
Jika memang akan tahu berakhir dengan cara tidak se-menyenangkan seperti ini
Dan jika semuanya bisa terulang, kita sama-sama tahu betul akan memilih untuk tidak mengenal satu sama lain.

No comments:

Post a Comment