Thursday, November 28, 2013

Hai.



Hai, ini aku lagi.
Masih ingat aku kan?

Itu loh.
Aku yang pernah mewarnai hari kamu.
Aku yang pernah memarahimu karena kesalahan kecil yang kau perbuat.
Aku yang pernah menanyakan pertanyaan tidak penting hampir setiap hari, hanya untuk memastikan kamu tidak apa-apa.

Tapi itu semua, hanya akan jadi ‘pernah’ nya aku.
Dan.
Aku.
Akan hanya akan jadi fase dari hidup kamu.

***

Tapi, satu hal yang kamu harus tau.

Aku yang akan selalu kangen kamu.
Selalu sayang.
Selalu dan selalu yang lain.
Yang kamu mau, pastinya.

***

Yasudahlah, let it past away. And gone with the wind.
Karena semua yang disesali itu gabaik.
Jadi aku pengen ngomong ini aja :


Aku yang harusnya memegang tanganmu.

Aku yang harusnya menyeka dan menadahkan tangan ketika air matamu akan jatuh.

Aku yang harusnya  memberikan bahuku untuk kamu. Ya, untuk kamu menangisi semua yang telah kamu sesali.



Aku yang harusnya memberikan kamu coklat dan sebuah frasa manis setiap minggunya. Jika bisa, setiap harinya.

Aku yang harusnya mendengarkan cerita kamu. And see you illuminate your eyes with your passion.

Aku yang harusnya, harusnya dan harusnya lagi.

***

Mungkin sepucuk surat pun akan habis dimakan waktu  karena kertasnya sudah lapuk.

Mungkin sebuah frasa pun akan habis dimakan waktu karena banyak frasa yang diucapkan oleh orang lain, yang mungkin lebih manis dari punyaku.



Mungkin rencana yang telah kita bangun, hanya akan jadi bangkai rekonstruksi di pikiran kita masing-masing, menunggu mandor-nya datang kembali.

Mungkin semua kenangan manis dan bahkan yang pahit sekalipun hanya akan jadi kaset, yang kalau kamu mau untuk diputar kembali, silahkan.

Tapi.. hanya kenangannya, bukan orang dan segala hal detail yang ada didalamnya.

***
Terimakasih ya.
Atas support kamu untuk aku.
Atas senyum simpul kamu untuk aku.
Atas hangatnya air mata kamu untuk aku.

Atas segala-galanya.

***

Oh iya, ada salam dari prince charming who held your unicorn in your own fairytale.
Sorry for stealing that thing from you.
Never happened for twice. HeHe.

Salam hangat, Irvan Julian.

No comments:

Post a Comment