Friday, November 29, 2013

Lyric, tells all.

When you're asking me, why myself is being quirky all the time:




What happened when i getting closer with you:
 















When you ask something that i dont even know the answer was, because:
















 Let's just say:
















Can i? because:


















When it get past behind:


Then, When i miss you:

Thursday, November 28, 2013

Hai.



Hai, ini aku lagi.
Masih ingat aku kan?

Itu loh.
Aku yang pernah mewarnai hari kamu.
Aku yang pernah memarahimu karena kesalahan kecil yang kau perbuat.
Aku yang pernah menanyakan pertanyaan tidak penting hampir setiap hari, hanya untuk memastikan kamu tidak apa-apa.

Tapi itu semua, hanya akan jadi ‘pernah’ nya aku.
Dan.
Aku.
Akan hanya akan jadi fase dari hidup kamu.

***

Tapi, satu hal yang kamu harus tau.

Aku yang akan selalu kangen kamu.
Selalu sayang.
Selalu dan selalu yang lain.
Yang kamu mau, pastinya.

***

Yasudahlah, let it past away. And gone with the wind.
Karena semua yang disesali itu gabaik.
Jadi aku pengen ngomong ini aja :


Aku yang harusnya memegang tanganmu.

Aku yang harusnya menyeka dan menadahkan tangan ketika air matamu akan jatuh.

Aku yang harusnya  memberikan bahuku untuk kamu. Ya, untuk kamu menangisi semua yang telah kamu sesali.



Aku yang harusnya memberikan kamu coklat dan sebuah frasa manis setiap minggunya. Jika bisa, setiap harinya.

Aku yang harusnya mendengarkan cerita kamu. And see you illuminate your eyes with your passion.

Aku yang harusnya, harusnya dan harusnya lagi.

***

Mungkin sepucuk surat pun akan habis dimakan waktu  karena kertasnya sudah lapuk.

Mungkin sebuah frasa pun akan habis dimakan waktu karena banyak frasa yang diucapkan oleh orang lain, yang mungkin lebih manis dari punyaku.



Mungkin rencana yang telah kita bangun, hanya akan jadi bangkai rekonstruksi di pikiran kita masing-masing, menunggu mandor-nya datang kembali.

Mungkin semua kenangan manis dan bahkan yang pahit sekalipun hanya akan jadi kaset, yang kalau kamu mau untuk diputar kembali, silahkan.

Tapi.. hanya kenangannya, bukan orang dan segala hal detail yang ada didalamnya.

***
Terimakasih ya.
Atas support kamu untuk aku.
Atas senyum simpul kamu untuk aku.
Atas hangatnya air mata kamu untuk aku.

Atas segala-galanya.

***

Oh iya, ada salam dari prince charming who held your unicorn in your own fairytale.
Sorry for stealing that thing from you.
Never happened for twice. HeHe.

Salam hangat, Irvan Julian.

Where are we?



Where are we?

Sometimes I miss you. But, I don’t need you.
Why am i?

Sometimes I love you. Yet, I hate you.
Why am i?

Sometimes I put you high. Then, you never coming back.
Why are you?

And sometimes. I adore you. But, you ignore me.
Why are you?

***

You said that I don’t make an effort to held you in my life.
You said that I don’t miss you anymore.
You said that I was past on you.

You said that I don’t need you anylonger.
You said that I didn’t care about you.
You said that I was somebody that you used to know, so you thought I was forgetting you.

So all of those are obviously wrong.

***

I still remembered you, even if you recognize me as somebody that you used to know.

I still care about you.

I still need you longer enough.



I still not past on you. Because you are my present.
I still miss you more than any other else.

I still make you an effort.

With these poetry, absolutely.
I wrote these poetry on my own, to show you how amazing my effort was… for you.

***

For you, to stay in my life.
Not to left me behind.

But that’s all not matter anymore.
I just want to ask you something.
Where are we? Where are we now?

Dearest, you.

Dearest, you.

I don’t know..
Sometimes I just being selfish to myself.
Sometimes I just being such a mess.
And sometimes I just being me.

***

Recently, I found myself looking arround, searching for my missing puzzle
.
But I don’t know where it was.
I don’t know where I put that thing last time since I ‘played’ that.

And now I knew where it was.

It was belongs to someone who mean a lot to you.
It was belongs to someone who deserve your affection, loving thing a little bit more.
It was belong to someone who has been you choose.

But it wasn’t me.
Not me.

Not me, the guy who loved you the most.
Not me, the guy who give you a hundred thousand for smile.
Not me, the guy who won’t hurting you all the time.

Can you see that im the one?

***

But by the time passed.
You still choose him as your choice.
You still choose him, because, im no longer exist maybe. In your mind ofc.

Bye, you.
Dearest, you.

***

Im sorry for being such a mess.
Im sorry for not making you an effort to held you.
Im sorry for being selfish to myself.

Because im just being me.
Im the coward.
The coward who loved you the most.

Sunday, November 17, 2013

If.

if you were a genre of some kind of music.
you must be 'pop'. cause you poppin' out, in my eyes. ofc.

if you were a rhythm.
let me be your melody.

if you were Katy Perry.
let me be your John Mayer, or someone hot like him.

if you were Gaga
let me be your 'meat dress'. to cover you up when you feel so cold outside.

***

if you were Lily Potter.
i'm gonna be your Severus Snape.

if you were Ginny Weasley.
yess, i'd love to. i'd love to be your Harry Potter.

if you were the gorgeous Hermione.
then i could be your ridiculous Ron Weasley.

if you were James Potter.
i won't be your Lily. i'll be your Sirius Black. and i'm gonna teach you, how to become a trust-worthy friends.

***

if you stressed out.
well, lets just say, i'll be your heroine or such thing as that. to relieve you. from pain.

if you dropped down.
i'm the one who offered you a hand first. not a choice to save you or not.

if there was some place that i'd love to belong.
it would be your heart, dear.

if you were a dates of the entire month of the year.
you'd be Valentines day. or maybe New Years Eve. when the fireworks sparkled up in the sky. just like you do, hun.

***

See?
there's so many 'if' up there. can i just turn that thing to 'i will'?
or maybe 'we will'?

maybe it's not make sense at all.
you know why?
caused i love you.
that's all you need to know.

because you drive me crazy.
it 11pm and i was just wrote you a poetry.

i'm not kind of guy
who text you everysingle hour to make sure you're okay.
i'm not kind of guy
who gonna wrote you every poetry. to make sure you 'fall' everyday.
i'm not kind of guy
who gonna defended you when you cornered. caused, i'm such a coward.

i'm the kind of guy that will be like 
'that's my girl. she's cute. isn't she?'
i'm the kind of guy that will be like
'have you eat yet?' 'how's your day? going well?' 'what just happened on this day? you can tell me your whole story. from the beginning, please..'

that's me. the coward who loved you on his own side

Created by: Irvan Julian

Saturday, November 16, 2013

Bukan Cerita Biasa. (edited)

Cinta itu ibarat perang, berawalan dengan mudah namun sulit di akhiri.


Suatu hari, bermula dari pertemuan-pertemuan yang menyenangkan disekolah. Kebiasaan-kebiasaan ramah, saling bertatap wajah. Bercanda gurau habiskan masa-masa sekolah penuh suka, penuh gembira. Hingga akhirnya tercipta sebuah rasa yang dinamakan cinta.


Tak terasa masa-masa sekolah akan berakhir didepan mata. Masa muda yang penuh cita siap menantang dunia berupaya mengubah jalan cerita di hidupnya. Kemudian ada cinta yang merangkul rasa menemani ceria yang sebentar lagi akan berbalut luka. Karna akan berpisah selamanya.

***

Begini ceritanya,

Zahira dan Julian, sejak kecil sampai remaja selalu bersama. Alasan apapun tak pernah membuat mereka berpisah. Tak pula mereka hanya sahabat saja, melainkan sejoli yang tangguh dan kokoh dalam cintanya.

Meski Julian tau Zahira tak bisa bertahan hidup lebih lama darinya. Hal itu tak membuatnya goyah ataupun menyerah mencintai kekasihnya. Hanya saja, Julian tak kuasa menahan airmatanya manakala Zahira memintanya pergi dan mencari pengganti dirinya yang tak sampai 17 bulan lamanya menikmati dunia.

***

Kantin riuh, tepat dipojok sekolah akan jadi saksi bisu cinta mereka. Tempat favorit dan tempat paling memorable karena mengingat disitulah mereka bertemu. alias.. tempat paling berkesan, bagi... mereka.. berdua...

Itu semua akan jadi kenangan yang kemudian akan segera pudar sebagaimana tinta hitam yang melekat pada kertas putih kemudian terkena air lalu memudar dan akhirnya menghilang.

***

Ada pula cinta yang coba memaksa, datang menghantui Julian, memburamkan pandangannya agar Zahira menghilang dari hatinya. Lantas cinta itu tak kuat merasuk ke hatinya hingga hilang dan berlalu begitu saja. Zahira-lah pemilik hati Julian seutuhnya. Hingga tak ada celah yang tersisa.

Tak sedikit air mata Julian yang tertumpah untuk Zahira, manakala melihat tempat yang sering mereka lalui berdua hanya akan jadi kenangan.

Tak kalah hebat cinta Zahira untuk Julian, korban rasa jadi hal biasa untuknya. Berpura-pura lupa telah mencinta, menyiksa hatinya demi kebohongan belaka. Hingga Julian tak terluka lagi dihatinya.
Meski ceroboh tapi Zahira melakukan yang terbaik untuk kekasihnya.

***

Tak terasa sampai pada waktu dimana 1 bulan kebersamaan mereka hanya tersisa 1 jam saja.

Tak banyak yang bisa dipersembahkan Julian untuk Zahira yang waktunya hanya tersisa satu jam saja. Kemudian handphonenya berdering. Tak lama membuka handphone, dia menangis ketika melihat alarm penanda berbunyi, menandakan waktu bersama Zahira hampir habis.

Julian memang lelaki berlebihan, sampai-sampai, memasang penanda masih ada berapa jam lagi bersama Zahira. lalu ketika membuka handphone-nya, beginilah tulisannya

‘waktu anda tersisa 1 jam’
Begitulah tertulis pada catatan handphonenya. Pantas airmatanya berderai.

 ***
 
“Kenapa Reza menangis?” ucap Zahira.

“Aku hanya bahagia pernah berdampingan denganmu. Airmata ini sepertinya tulus keluar dari mataku,
Julian hanya tersenyum agar Zahira tak mengkhawatirkan perasaannya.

“Meski itu bohong tapi aku bahagia mendengar ucapanmu,” tepisnya ragu perasaan Reza.



Julian hanya tersenyum. Kemudian bergerak, jalan menuju Anastasha.

“Hanya ada satu jam waktuku bersamamu, lalu apa yang kamu inginkan dariku? Apa aku harus melompat dari gedung tertinggi itu,” ujar Julian menunjuk gedung paling tinggi ditempat mereka berada.

“Atau kamu mau aku menunggumu kembali?” lanjut Julian.

***

Airmata tulus mulai meleleh dari mata Zahira.
“Sudah saatnya cintamu diperbarui! Hari ini kurasa cintamu sudah sampai dibatas akhir.”

“Kalaupun kudapatkan kesempatan itu. "Aku hanya ingin memperbarui cintaku dengan orang yang sama bukan dengan yang baru.” ujar Julian.

“Bagaimana jika orang yang sama itu tiba-tiba menghilang?” Lanjut Zahira.

“Aku akan menunggunya kembali!" Kapanpun aku menemukannya, aku akan mencintainya lagi.
Seperti ini, iya benar-benar seperti ini.

***
Sudah setengah jam waktu berlalu hanya untuk berdebat apakah Julian mau memperbaharui cintanya demi Zahira. tetapi.. jawabannya tetaplah tidak.
Julian dan Zahira sama-sama tidak mau me-munafikki perasaan mereka masing-masing, no, not for this time.
Tapi, ketika mereka melakukan itu, bukan bahagia yang didapat, tetapi malah goresan dan luka yang dirasa.

What a Pathetic.

***

Zahira.menangis tanpa suara, melangkah tak bernada, kemudian bergerak, berdiri tepat membelakangi lelaki yang di cintainya.

“Waktumu hanya tersisa setengah jam. Lalu apa yang kamu inginkan dariku?” ujar Julian

“Gendong aku kemanapun kamu mau, ketika kamu lelah, turunkan aku. kemudian bila aku diam dan berjalan menajuh. jangan pernah menoleh kebelakang. Jangan pernah berbalik melihatku, biarkan aku menghilang.”

“Sekali lagi aku mohon, saat aku tiada jangan pernah berbalik untuk mencariku, biarkan saja aku menghilang. Kumohon biarkan aku jadi bagian terindah dimasa lalumu. Biarkan aku tergantikan oleh orang lain.”

Lanjut Zahira terbata-bata dengan airmata yang membasahi pipinya.

“Bagaimana kubisa lakukan itu? Sementara sebentar saja aku tak melihatmu, aku berlari mencarimu. Mungkinkah aku bisa membiarkanmu pergi untuk selamanya? Aku tak akan menemukanmu lagi meski aku berlari lebih cepat dari biasanya.” ucap Julian

***

“Sebelum bertemu denganmu, aku hanya punya lem dan benang ditepian hatiku. Kemudian kamu datang merajut hatiku dengan benang itu, dan kamu kuatkan rajutan itu dengan lemnya. Lantas, bagaimana ia akan terbuka lagi?” lanjut Julian dengan airmata tulus yang perlahan menetes.

“Biarkan ia sampai mengeras, tak lama ia akan pecah. Kemudian ada celah yang terbuka disana. Perlahan benangnya akan putus karna rapuh. Lalu ia sepenuhnya akan terbuka.” ucap Zahira enteng, tetapi dengan nada masih terbata-bata.

“Tidak! Jika benangnya putus dan hatiku terbuka, aku akan merajutnya kembali, meski itu menyakitkan. Tapi aku akan melakukannya.” ujar Julian

“Biarkan saja ia terbuka.” Suara Zahira mulai letih, matanya terpejam. Tak lama badannya memberat.

Akhirnya, cinta mereka berhenti pada masa yang berbahagia. Dimana mereka saling tau apa yang dirasa, meski airmata yang jadi saksinya. Cukup yang dicinta tau apa yang di rasa, itu sudah cukup untuk bahagia.

Fin.

***

Itu tadi cerpen yang gue temuin di gugel akhir-akhir ini. cerpen itu udah gue edit sedikit.

Yang gue seneng dari cerpen itu adalah, masing-masing dari mereka punya cara sendiri untuk me-munafikki hati. entah kenapa gue salut. tapi in the end, mereka pasti bakalan nyerah dengan keadaan.
karena ga semua orang berhasil dengan drama yang mereka buat-buat sendiri. huh.


That's all from today!
thanks for reading.
Source : http://cerpen.gen22.net/2013/09/cerpen-cinta-bukan-cerita-biasa.html

Friday, November 15, 2013

I-taly.

Hai! (lagi. (--,))


Hehe, niatnya mau ngelanjutin postingan kemarin yang sempet ketunda karena banyak orang. sekarang udah sepi, sepi banget malah(--,).

Postingan kali ini, pengen ngebahas why im too obsessed with Italy.

Ciao. Il mio nome Irvan julian.
Io preferisco italiano 
della francese. 
perché italia più romantico di francese

Secara ringkas itu tadi bahasa Itali. yang artinya aku cinta kamu. tuhkan, ada kamu. kamu sih ganggu fokus aja (--,).
kalo nanya arti.
artinya kurang lebih seperti ini :
 
Halo. Nama saya Ivan Julian.
Saya lebih suka Italia daripada Perancis.
karena Italia, lebih romantis daripada Perancis.


kurang lebih sih, gitu. itu juga gatau bener atau salahnya, karena masih google translete.
tapi selain Bahasa dari Itali itu sendiri.
yang ngebuat gue suka dari Itali bukan menara Eiffelnya. tapi France Bougette.
(tuhkan salah fokus, lagi.)

 Jadi, yang bikin gue suka sama Itali itu, lebih ke pulau-pulaunya. ya, gue tau Bora-Bora itu ada di Perancis, tapi, ga ada salahnya, kan? 
dan ada satu tempat 'that attracted me a LOT.'

  
Namanya Venice. (baca yang bener. Ve-nice bukan Ve-nis)


  


Kota kecil, yang menurut gue lebih romantis daripada Paris.
disitu yang gue suka banyak, mulai dari arsitektur. canalnya. romansanya, bahkan juga cewenya. huehehe.

 (venice with some sunshine on it.)

 (maps.)


itu tadi pas pagi, kan? nih gue umpan lambung buat lo semua, pas lagi malem.

(over night.)

 (some moonlight is about to shine.)


Kalo ngomongin Venice. bagi gue, mungkin gabakal abis sehari. it takes a long time:)
Haaaaaaaaaaaaaaah. daripada ngiler kan ngeliatin doang. mending mindtravelling kesini, yuk. bareng aku yuk.

Intro.

Hai!
Ciao amici, il mio nome è Irvan*.       

Nama panjang gue Irvan Yusuf Juliansyah Putra. lahir di Padang 6 Juli 1997. masih muda. jangan pacarin aku, ya tante binal. (dan gausah nyatet tanggal lahir gue, kalo emng buat ngucapin pas hari H).

Kalo temen-temen lebih suka manggil ucup ketimbang irvan, atau julian atau robert atau stephen.
Kalo lo tanya kenapa ke gue? dont ever expect an answer, karena gue gatau KENAPA.

Walaupun lahirnya di Padang, tapi gue gasuka pedes, gimana dong?
Mama udah nyoba beberapa macam hal untuk maksa gue buat suka rasa pedes. tapi hal dilakuin mama itu sia-sia. atau mungkin hasilnya nol.

Kalo lo nanya gue tinggal dimana, yang pasti masih tinggal dirumah mama. Dan bukan dirumah nenek, ya.    

Hobby-nya banyak. tergantung mood.

  1. Suka baca, tapi tergantung dari cover dan apa judul dari buku itu sendiri. heu.
  2. Nonton bola, itupun kalo yang main Liverpool dan tergantung yang main, Liga apa dulu. kalo persija lagi main di ISL... nanti-nanti dulu, deh.
  3. Travelling. karena masih minta duit sama mama, mind-traveller juga kece badai, kok.
  4. Ngotak-Ngatik komputer. (kalo berhasil, ya alhamdulillah. kalo rusak, ya... sukur.)
  5. Jailin Orang, itu juga kalo di-izinin ya. 'kalo'.

Pengennya jadi orang yang lebih baik dan nggak mau ngecewain orang. kecuali kepepet *HaHaHa*
Makanan/Minuman favorit, gue gapunya data spesifik ttg makanan apa/minuman apa yang gue suka. dan lo gabakal nemu kalo nyari di BPK. selama itu halal, dan enak dan bukan ta*i. gue jabanin untuk dimakan.






Gue orangnya kadang-kadang pendiam tapi lebih sering ngebacot.... *ealah. Lebih suka ngejailin orang daripada dijailin.


*dari tulian diatas itu, lo tau kan itu bukan kalimat orang sunda? yakan? yadong?
itu kalimat orang Italia. idk why. im so obsessed with Italy.
 gue pengennya cerita disini, tapi ga etis. banyak orang, malu.

Aaaaaaaaaaaaand we reach the bottom line.
Sekian dari gue, yang sukanya nonton yang lucu daripada nonton sinetron apalagi nonton berita debat anggota dewan yang suka didramatisir sendiri sama keadaan, hih.

Daaaaaaaaaaaaah. (jangan kangen)